Atraksi Famadaya Harimao Dan Lompat Batu Daya Tarik Wisatawan Ke Bawomataluo

2 Shares

NIAS SELATAN, Diskominfo – Atraksi “Famadaya Harimao” (Arak-Arakan Harimau), Lompat Batu dan tari-tarian lainnya menjadi daya tarik para tamu dan pengunjung domestik dan mancaranegara untuk menyaksikan secara langsung di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Pertunjukan ini bertempat di Desa Bawomataluo, Minggu (18/11), dan atraksi tersebut merupakan serangkaian kegiatan YA’AHOWU NIAS FESTIVAL TAHUN 2018 dengan tuan rumah Kabupaten Nias Selatan.

“Famadaya Harimao” (Arak-Arakan Harimau) adalah salah satu budaya lokal yang masih terus dilestarikan di Pulau Nias dan khususnya di Kabupaten Nias Selatan dan sering dipertontonkan kepada para tamu dan pengunjung saat berkunjung ke tempat wisata. Salah seorang pemandu atraksi ini menerangkan makna “Famadaya Harimao” adalah sebuah keyakinan masyarakat dimana pada jaman dulu dilakukan sekali dalam 7 (tujuh) tahun.

Lebih lanjut ia jelaskan tujuan atraksi tersebut merupakan persembahan kepada TUHAN yang diyakini orang Nias atau sebagai tebusan (höli-höli) manusia agar terhindar dari malapetaka, bencana, wabah penyakit dan kelaparan. Serta dimaknai sebagai bentuk permohonan kepada TUHAN agar hasil panen dan perkembangbiakan ternak melimpah. Setelah arak-arakan dilakukan oleh masyarakat, maka patung harimau itu dibuang di Sumali tempat lintasan sungai yang dinamai sungai Gomo. Demikian makna “Famadaya Harimao” (Arak-Arakan Harimau) sebagaimana disebutkan oleh pemandu atraksi.

Selain atraksi itu, juga dilaksanakan musyarawah umum dengan Tema: Nias Investor Meeting (musyawarah untuk mendorong investor di Nias), bertempat di Rumah Adat Besar Desa Bawomataluo. Musyawarah tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia YA’AHOWU NIAS FESTIVAL TAHUN 2018, Sozanolo Ndruru yang sekaligus sebagai Wakil Bupati Nias Selatan.

Pelaksanaan musyawarah tersebut bermaksud untuk membahas dan menyamakan persepsi antara semua stakeholder dalam upaya peningkatan dan pembangunan sarana dan prasarana umum untuk mendukung destinasi wisata secara umum di Kepulauan Nias dan khususnya di Kabupaten Nias Selatan. Contohnya, akses transportasi laut antara Sibolga-Telukdalam, akses jaringan telekomunikasi dan internet, akses listrik ke semua Desa, akses jalan antara Desa dan Kecamatan, serta pelabulan dan bandara terdekat.

Anggota DPD RI Parlindungan Purba,SH.,MM., selaku moderator dalam forum tersebut menyatakan akan menindaklanjuti kepada Kementerian terkait sarana dan prasarana yang masih menjadi kendala dalam pengembangan destinasi wisata secara umum di Kepulauan Nias dan khususnya di Kabupaten Nias Selatan. Misalnya transportasi laut, pelabuhan dan pembangunan Bandara Silambo Kabupaten Nias Selatan. Sebagai Anggota DPD RI mengharapkan kepada pihak Pelindo, Telkom dan PLN agar turut ambil bagian sesuai domainnya masing-masing.

Sementara itu, Disiplin Manao selaku Tokoh Masyarakat Kepulauan Nias yang barasal dari Desa Bawomataluo mengharapkan agar pertemuan itu tidak selesai sebatas pembicaraan. Namun diharapkan realisasinya dalam bentuk konkrit sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat. Terkait pengembangan destinasi wisata, Disiplin Manao, mengharapkan supaya dibuat dalam bentuk paket wisata sehingga lebih menarik bagi para wisatawan. “Kita harapkan wisatawan itu melakukan perjalanan wisata dalam beberapa hari untuk mengelilingi destinasi wisata di beberapa tempat, sehingga tamu itu tidak hanya tahu Desa Bawomataluo saja, tetapi juga mengenal Desa lain sebagai penunjang keberadaan cagar budaya nasional yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah,” harap Disiplin Manao.

Agenda ini dihadiri oleh Anggota DPD RI Parlindungan Purba,SH.,MM., Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan, sejumlah Pimpinan BUMN (Pelindo, PLN dan Telkom), Plt. Sekda Ir. Ikhtiar Duha,MM., Kadis Budparpora Anggreani Dachi,SP., Kadis Kominfo Deri Dohude,S.Ag.,MM., Penjabat Kepala Desa Bawomataluo Hans Martin Wau,SE., dan unsur Tokoh diantaranya: Disiplin Manao, Arisman Zagoto, Mowa’a Wau, Baliu Nehe, dan Elikasi Wau serta tamu dan undangan lainnya.

Serangkaian kegiatan YA’AHOWU NIAS FESTIVAL TAHUN 2018 yang dilaksanakan di Desa Bawomataluo, Wakil Bupati Nias Selatan menerima piagam penetapan Desa Bawomataluo sebagai Desa Cagar Budaya Nasional sebagaimana Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang diserahkan oleh Direktur Kepercayaan dan Tradisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selanjutnya piagam tersebut diserahkan Wakil Bupati Nias Selatan kepada Penjabat Kepala Desa Bawomataluo, Hans Martin Wau,SE.

Pada hari yang sama juga dilaksanakan lomba melukis dengan peserta anak-anak dari Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias, bertempat di lapangan Orurusa Telukdalam. Anak-anak terlihat antusias mengikuti lomba tersebut karena bakat mereka dapat tersalur pada ajang YA’AHOWU NIAS FESTIVAL (YNF) TAHUN 2018.

(timliputandiskominfonisel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *